Bojonegoro - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kegiatan Musyawarah Kabupaten (Muskab) pada 13 Februari 2026 yang bertempat di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan PMI Kabupaten Bojonegoro untuk lima tahun ke depan.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, S.Sos., M.Si., Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Dr. M. Taufiq selaku Ketua Bidang Organisasi, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro dr. H. Ahmad Hernowo W., M.Kes., M.H., Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro, Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro, serta para relawan PMI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan santunan anak yatim piatu, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PMI, pembacaan doa, serta sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro dr. H. Ahmad Hernowo W., M.Kes., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pengurus PMI Kabupaten dan Pengurus PMI Kecamatan yang selama lima tahun ini telah mendedikasikan diri untuk membantu perkembangan PMI Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik,” ujarnya. Ia juga berharap kepengurusan selanjutnya mampu membawa PMI semakin maju. “Kami mohon maaf apabila selama masa pengabdian terdapat kekurangan dan kehilafan,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. M. Taufiq mewakili PMI Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya sinergi dalam gerakan kepalangmerahan. “Kepalangmerahan itu pelaksana utamanya adalah pemerintah, setelah itu baru Palang Merah Indonesia. Maka kolaborasi harus terus diperkuat,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). “SIBAT sangat penting untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana yang tidak terduga,” ungkapnya, seraya menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Muskab serta harapan agar kepengurusan lima tahun ke depan semakin baik.
Bupati Bojonegoro yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Bojonegoro sekaligus membuka acara secara resmi, berpesan agar seluruh peserta menjaga ketertiban selama pelaksanaan Muskab. “Utamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan,” pesannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama atas dedikasi selama lima tahun terakhir dan berharap kepengurusan yang baru dapat membawa PMI Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik, lebih bahagia, makmur, dan membanggakan. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan ditutup dengan suasana penuh harapan.
Dalam forum Muskab PMI Kabupaten Bojonegoro tersebut, Ibu Ninik Susmiati, SKM., M.MKes resmi terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro Masa Abdi 2026–2031. Terpilihnya beliau diharapkan mampu memperkuat peran PMI sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Bojonegoro. Pasca terpilih menjadi Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ibu Ninik menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro Masa Abdi 2026–2031. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan bersama seluruh pengurus dan relawan dengan penuh komitmen serta semangat kemanusiaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian selama lima tahun terakhir. Ke depan, ia mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat agar PMI Kabupaten Bojonegoro semakin maju, tangguh, dan membanggakan.
“Semoga kepengurusan yang baru mampu membawa PMI Kabupaten Bojonegoro semakin maju, amanah, dan terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian Musyawarah Kabupaten tersebut, diharapkan Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro semakin memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Semangat kebersamaan, musyawarah untuk mufakat, serta komitmen seluruh pengurus dan relawan menjadi modal utama dalam melangkah lima tahun ke depan.
Kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi demi terwujudnya PMI Kabupaten Bojonegoro yang semakin profesional, tangguh, dan dicintai masyarakat.




Posting Komentar