Awal
Mula dan Latar Belakang
- Palang Merah Indonesia (PMI)
secara resmi didirikan pada tanggal 17 September 1945, hanya satu
bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pembentukan ini
diprakarsai atas perintah Presiden Soekarno untuk segera membentuk
badan kemanusiaan nasional pasca-kemerdekaan RI.
- Ketua PMI pertama yang memimpin
organisasi ini adalah Drs. Mohammad Hatta, yang juga merupakan
Wakil Presiden Republik Indonesia pada masa itu.
Upaya
Sebelum 1945
- Sebelum kemerdekaan, semangat
dan langkah awal pembentukan Palang Merah di wilayah Indonesia sudah
muncul. Pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah
di Indonesia pada tahun 1873, dikenal dengan nama Het
Nederland-Indiche Rode Kruis (kemudian Nederlands Rode Kruis
Afdeling Indie/Nerkai).
- Upaya pendirian Palang Merah
Indonesia yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti dr. RCL Senduk dan
Bahder Djohan dimulai sekitar tahun 1932. Proposal pembentukan PMI
sempat diajukan dalam sidang Nerkai pada 1940 dan kembali dicoba pada masa
pendudukan Jepang, tetapi kedua kali ditolak.
Legalitas
Nasional
- PMI diakui secara sah oleh
Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) No.
25 tahun 1950 sebagai satu-satunya organisasi kepalangmerahan nasional
di Indonesia. Kepres tersebut kemudian diperkuat dengan Keppres No. 246
tahun 1963 yang menetapkan peran dan tanggung jawab PMI dalam membantu
korban bencana serta perang sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949.
Pengakuan
Internasional
- Secara internasional,
keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC)
pada 15 Juni 1950, dan setelah itu PMI diterima sebagai anggota
ke-68 Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit
Merah (IFRC) pada 16 Oktober 1950.
Perkembangan
dan Peran
- Sejak berdirinya, PMI berperan
aktif dalam bantuan kemanusiaan, termasuk pertolongan pertama
kepada korban perang dan bencana, layanan donor darah, pelayanan kesehatan
masyarakat, dan berbagai program sosial kemanusiaan lainnya yang
menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
- Jaringan organisasi PMI terus
berkembang, dengan keberadaannya di banyak provinsi, kabupaten/kota, dan
kecamatan di seluruh Indonesia, serta dukungan relawan yang besar.
Posting Komentar